Naskah
kuno dapat dikatakan sebagai dokumen penting suatu bangsa,
karena dokumen (naskah) sendiri diartikan sebagai suatu tulisan yang memuat
informasi penting tentang sejarah bangsa tersebut. Warisan budaya berupa naskah tersebut bermacam-macam bentuknya dan ditulis dengan
berbagai bahasa dan aksara. Oleh karena itu, perlu upaya untuk memahami naskah-naskah kuno itu agar
segala cerita dan informasi tentang masa lampau sampai kepada generasi masa
kini dan masa mendatang.
Bangsa Indonesia masih menyimpan
naskah kuno dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaran naskah kuno hampir terdapat
pada semua wilayah kepulauan Indonesia, walaupun jumlah naskah kuno pada masing
masing wilayah tersebut tidak sama jumlahnya. Masih banyaknya naskah-naskah lama
yang tersebar di wilayah nusantara, khususnya di Pulau Lombok. Fakta tersebut, memunculkan
minat dan rasa ini tahu dari dalam diri ini untuk mulai mencari dan menemukan
naskah tersebut, sekiranya dapat dikaji dan diketahui nilai-nilai dan cerita
yang terkandung didalamnya sehingga dapat kita ambil intisarinya dan diterapkan
pada kehidupan bermasyarakat dan berbudaya.
Perjalanan dan penelusuran mencari naskah-naskah
kuno ini, sudah direncanakan sebelumnya bersama dengan teman-teman yang setuju untuk ikut mencari naskah-naskah kuno. Beberapa hari sebelum
berangkat, kami sudah merundingkan dan menentukan daerah yang penduduknya masih
banyak menyimpan naskah-naskah kuno tersebut sehingga dapat dijadikan tujuan
untuk penelusuran terkait naskah kuno.
Hari
Sabtu, 19 Oktober 2019, sekitar pukul 8.00 WITA, kami memulai perjalanan menuju
daerah yang menjadi tujuan dalam menemukan naskah-naskah kuno tersebut. Daerah yang
menjadi tujuan pencarian adalah Desa Sade, Lombok Tengah. Daerah-daerah di Lombok
Tengah menurut informasi yang diperoleh, penduduknya masih banyak yang menyimpan
benda-benda peninggalan zaman dulu, khususnya naskah-naskah kuno. Hal tersebutlah
yang membuat kami memutuskan untuk melakukan penelusuran mencari naskah kuno di
daerah tersebut.
Setibanya
di Desa Sade, kami mulai mencari informasi mengenai keberadaan naskah-naskah
yang ada di Desa Sade tersebut. Penelusuran di Desa Sade, kami ditemani oleh
salah seorang pemandu khusus yang ada di desa itu. Namun sangat disayangkan, naskah
kuno yang ada di Desa Sade tersebut, ternyata disimpan oleh Kepala Desa dan beliau
kebetulan sedang berada di luar daerah sehingga tidak dapat kami temui. Walaupun,
di Desa Sade tidak dapat melihat naskah kuno, tetapi kami menikmati penelusuran
di desa tersebut karena banyak informasi menarik tentang budaya dan adat
istiadat dari Desa Sade tersebut.
Tiada
rasa putus asa untuk mencari dan menemukan naskah-naskah kuno tersebut, kami melanjutkan
perjalanan menuju desa Ende yang letaknya tidak jauh dari Desa Sade tersebut. Tetapi
setibanya di Desa Ende, ternyata tidak ada penduduk sekitar yang menyimpan
naskah kuno tersebut. Hal ini mulai mematahkan semangat kami untuk mencari
naskah-naskah itu. Tidak ditemukannya naskah di Desa ende, kami memutuskan
untuk beristirahat sejenak.
Pepatah
yang menyatakan usaha tidak menghianati hasil ternyata dapat kami rasakan. Salah
seorang penduduk yang kami temui di Desa Ende memiliki seorang kerabat yang
tenyata masih menyimpan naskah kuno yang dicari-cari. Setelah mendapatkan kontak dari pegiat naskah yang
bernama Lalu Gede Asre Arif Rahman, kami akhirnya menghubungi beliau dan berdiskusi
dengan beliau melalui whatsapp, kami pun perbolehkan
untuk berkunjung ke rumah beliau yang berada di Dusun Manggu Daye, Desa Ganti,
Kec. Praya Timur, Kabupaten Lombok tengah.
Perjalanan
menuju rumah bapak Lalu Gede Asre Arif Rahman ditempuh dalam waktu yang cukup
lama karena kami memutuskan singgah di tempat makan terlebih dahulu. setibanya
disana, kami disambut hangat oleh pak Pak Arif dan keluarganya dan tak lama
kemudian beliau memperlihatkan naskah kuno yang beliau simpan. Naskah tersebut
adalah hikayat nur yang menceritakan tentang Nabi Muhammad. Tidak banyak yang
diceritakan oleh Pak arif tentang naskah tersebut karena beliau kurang paham tentang
isi naskah tersebut. Naskah tersebut ternyata diwariskan oleh nenek moyangnya. Setelah
sedikit berbincang-bincang dengan beliau, akhirnya beliau memutuskan untuk
memanggil salah satu kenalan yang sekiranya paham dan dapat membaca isi naskah
tesebut. Setibanya kakek/papuq yang bernama Mudahan di rumah Pak Arif, ternyata
beliau juga memiliki sebuah naskah kuno yang dibawa. Naskah tersebut adalah
naskah puspakerma atau pusaka keramat.
![]() |
| Naskah Hikayat Nur |
![]() |
| Naskah Puspakerma |
Naskah kuno sebelum dibacakan isinya,
terlebih dahulu disiapkan dua buah wadah yang salah satunya berisi air dan
bunga, wadah yang lain berisi beras yang diatasnya diletakan benang, jarum dan
uang perak atau logam. Tujuan atau
fungsi dari wadah yang berisi air dan bunga tersebut yaitu untuk membasuh
naskah yang tekena debu, supaya tulisannya terlihat dan dapat dibaca, kemudian fungsi dari wadah yang berisikan
beras, benang, jarum dan uang logam yaitu sebagai syarat yang harus dipenuhi
sebelum membaca naskah kuno. Setelah syarat dipenuhi, kakek mudahan mulai membuka
dan membaca naskah puspakerma tersebut.
Naskah
puspakerma berisikan tentang sepasang raja dan ratu yang tidak bisa memilki
anak dan berusaha untuk mencari obat agar memilki anak, sang raja kemudian mengajak
anak buahnya untuk pergi berburu ke hutan dan menemukan seekor kijang yang sedang
melahirkan dan raja menembak kijang tersebut, didalam naskah puspakarma diceritakan
tentang asal mula kelahiran sampai pemberian nama pada seorang anak. Selain itu,
naskah puspakerma juga mengisahkan tentang asmara. Naskah
pusaka karma dikehidupan bermasyarakat memiliki manfaat sebagai obat untuk
orang-orang yang tidak bisa hamil, tapi obat ini berlaku untuk pasangan yang
menikah sebelum 10 tahun.
Sekiranya, inilah cerita singkat tentang perjalanan mencari naskah-naskah kuno yang bisa penulis ceritakan, semoga tulisan ini
dapat bermanfaat untuk kita semua.



terimaksih infonya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusWah bermanfaat sekali kaka, padahal saya asli sasak kaka, tapi gak tau sama sekali tentang naskah itu..
BalasHapusWah bermanfaat sekali kaka, padahal saya asli sasak kaka, tapi gak tau sama sekali tentang naskah itu..
BalasHapusBagus sekali artikelnya Din😊
BalasHapusWah keren nih nambah wawasan baruu
BalasHapusRecomended banget berarti ya naskah Puspa kerma ini untuk orang2 yg belum dikaruniai anak. Terima kasih infonya kak
BalasHapusBagus artikelnya, menambah wawasan dan memotivasi diri kita sebagai generasi muda untuk melestarikan budaya.
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat, terima kasih infonya ��
BalasHapusLanjutkan nak. Sudah bagus artikelnya kembangkan lagi
BalasHapusLanjutkan nak. Sudah bagus artikelnya kembangkan lagi
BalasHapusArtikel nya sangat bermanfaat , terimakasih informasinya
BalasHapusWah terimakasih ya, semoga kita bisa melestarikan budaya
BalasHapusArtikel nya bagus dan bermanfaat
BalasHapusWah sangat bermanfaat sekali. Terimakasih yaa
BalasHapusMantul gannnn
BalasHapusSangat bermanfaat info nyaa .dengan info ini saya lebih tau masih ada penyimpanan naska kuno
BalasHapus👍👍
BalasHapusArtikel yang sangat membantu untuk ilmu pengetahuan generasi penerus
BalasHapusSejarah dan identitas daerah yang harus tetap dilestarikan.
BalasHapusSemangat untuk tetap memuat tulisan2 untuk mengangkat kembali sejarah supaya tetap terkenang